Jenis-jenis dioda dan fungsi nya

Jenis-jenis dioda  dan fungsi nya

1.Jenis-jenis Dioda – Jika Anda menyaksikan perangkat elektronik waktu zaman dahulu, tentulah Anda mendapati bahwa seluruh peralatan berukuran sangat besar. Dikarenaka waktu kala itu belum ditemukan komponen elektronik yang ukuran yang lebih kecil dan canggih layaknya sekarang ini. Perubahan besar di dalam industri elekronik berlangsung terhadap th. 1940-an, dimana terhadap kala itu baru saja ditemukan komponen transistor. Disitulah awal mula kemajuan proses elektronik yang komplek berasal, bersama beiring waktu makin lama mengecilnya ukuran komponen elektronika yang tetap konsisten mengecil hingga sekarang.

Salah satu komponen elektronik yang mempunyai dampak besar terhadap perubahan ini adalah dioda. Sebuah komponen semikonduktor yang dibuat berkat berkembangnya kemampuan manusia di dalam pengetahuan rekayasa material. Melalui artikel ini saya dapat sedikit sharing megenai jenis-jenis dioda sehingga pembaca sekalian lebih jelas apa itu dioda dan apa saja kegunaanya. Selamat membaca.Perkembangan teknologi terhadap era modern ini udah mebawa dampak besar terhadap kemajuan di dalam proses pembuatan dioda. Hal ini ditunjukkan bersama makin lama banyaknya dioda yang memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam-macam. Setiap dioda berikut memiliki fungsinya masing-masing di di dalam proses elektronik.Sebelum lebih jauh mengkaji macam-macam dioda, ada baiknya kita jelas khususnya dahulu apa itu yang dimaksud bersama dioda dan bagaimana langkah kerjanya.

Dioda adalah sebuah komponen elektronika semikonduktor yang terdiri berasal dari 1 buah junction atau persambungan P-N, atau termasuk kerap disebut sebagai komponen yang terdiri berasal dari 2 susunan semikonduktor P (positif) dan N (negatif). Dioda memiliki fungsi untuk menghantarkan arus listrik terhadap kala bias maju (forward bias) dan menghambat arus listrik terhadap kala bias balik (reverse bias).Bias maju atau forward bias berlangsung disaat Anoda dioda diberi tegangan positif dan Katoda dioda diberi tegangan negatif. Sebaliknya, kalau Anoda dibei tegangan negatif dan katoda diberi tegangan positif, maka dapat berlangsung bias yang dinamakan bias balik atau reverse bias.

1. Dioda Biasa

Dioda ini adalah yang paling kerap kita jumpai diberbagi perangkat elektronik. Simbol dan bentuk dioda dapat Anda menyaksikan terhadap gambar di bawah ini.


Bentuk simbolnya menujukkan karakteristik dioda itu sendiri. Gamabar segitiga terhadap simbol menyatakan arah aliran arus listrik dan garis lurus menujukkan bahwa arus listrik berasal dari arah yang berlawanan tidak dapat melewati dioda.Dioda mempunyai dua terminal, yakni terminal positif yang disebut anoda dan terminal negatif yang disebut katoda. Pada komponen dioda terkandung sebuah garis yang dibuat sehingga sesuai bersama simbol dioda dan menopang  posisi terminal anoda dan katoda. Karena kalau posisi kaki dioda terbalik maka piralti komponen elektronik tidak dapat menyala.

Fungsi dioda adalah

1. Sebagai Saklar

Pada gambar diatas secara berurutan adalah (a) simbol dioda, (b) karakteristik dioda, (c) karakteristik dioda ideal kalau difungsikan sebagai saklar. Sebagaimana yang dapat diamati terhadap gambar (c) nilai iD (arus dioda) berharga ≠ nol (ON) kalau tegangan anoda lebih positif daripada tegangan katoda. Sedangkan iD dapat berharga 0 (OFF) kalau tegangan katoda lebih negatif daripada tegangan tegangan katoda.

2. Sebagai Rectifier (Penyearah)

Selain sebagai switch atau saklar dioda termasuk memiliki fungsi utama sebagai penyearah arus listrik. Seperti yang udah dijelaskan diatas, kalau ada arus yang melewati kutub bersama arah yang tidak benar dapat distop sehingga tidak dapat lewat. Karena karakteristik yang unik inilah sehingga dioda dapat dipakai mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus satu arah (DC).

Untuk menyearahkan arus AC menjadi DC secara penuh satu gelaombang maka dibutuhkan 4 buah dioda kalau memakai transformator non-CT (center tap). Bentuk rangkaian elektronik penyearah satu gelombang penuh (full wave rectifier) dapat di amati terhadap gambar di atas.

2. Dioda Bridge

Dioda bridge memang fungsinya tidak jauh tidak sama bersama dioda lainnya. Hanya saja dioda ini memiliki berlebihan di dalam kemudahan pemakaiaanya. Jika kita mendambakan menyebabkan penyearah satu gelaombang penuh dibutuhkan 4 buah dioda, maka bersama dioda jauh lebih ringan karena hanya dibutuhkan 1 buah dioda bridge saja.

Hal ini dapat dilaksanakan karena di di dalam dioda bridge udah berisi 4 buah dioda yang berfungsi untuk mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC). Cara kerjanya pun sama layaknya rangkaian full wave rectifier bersama 4 dioda. Hanya saja pemasangannya lebih ringan karena udah teratur rapi, sehingga tidak mesti menyesuaikan susunan dioda satu-persatu.


Bentuk dioda bridge sangat bervariasi merasa berasal dari berwujud bulat, tipis layaknya sisir, dan berwujud kotak layaknya meja. Pada tiap tiap dioda bridge terkandung 4 buah terminal yakni 2 terminal sebagi input sumber listrik AC dan 2 terminal output DC bersama polaritas positif dan negatif. Untuk lebih jelasnya dapat Anda menyaksikan terhadap gambar di atas.

3. Dioda Zener

Dioda zener adalah tidak benar satu jenis dioda yang dibuat bersama langkah spesifik sebhingga dapat bekerja terhadap rangkaian reverse bias. Karakteristik terhadap rangkaian bias balik tidak sama bersama dioda biasa, tetapi terhadap rangkaian bias maju karakteristik dan fungsinya sama layaknya dioda biasa.


Dioda zener dapat mengalirkan arus listrik yang arahnya berlawan bersama syarat tengangan yang diberikan mesti melampaui batas tegangan rusak (breakdown voltage) dioda. Pada kebanyakan dioda zener dipasang secara terbalik sesuai komitmen reverse bias dan berfungsi sebagai voltage regulator atau pengatur tegangan.Sebagai contoh, kalau kita menempatkan dioda zener bersama tegangan 2,8 V terhadap rangkaian bersama sumber tegangan sebesar 24 V maka disaat melewati dioda zener yang dipasang secara bias balik tegangannya dapat turun. Nilai tegangan dapat konsisten sama layaknya nilai tegangan dioda.

4. Light Emitting Diode (LED)

Photo diode merupakan dioda sambungan P-N yang kalau dikenai sinar maka tahanan baliknya dapat berubah menjadi lebih kecil sehingga arus listrik dapat melewatinya. Dalam kondisi gelap atau tidak ada sinar nilai tahanan baliknya sangat besar sehingga tidak menghantarkan arus listrik.


Bentuk simbol PD hampir sama bersama bentuk simbol LED, hanya saja arah panahnya terbalik. Hal berikut menyatakan pembawaan PD yang kalau dikenai sinar maka dapat dapat menghantarkan arus listrik. Dalam rangkaian elektronik dioda ini haruslah dipasang secara reverse bias.

6. Dioda Varactor

Dioda varactor adalah dioda semikonduktor bersama sambungan P-N yang dirancang spesifik sehingga mempunyai pembawaan kapasitansi disaat dipasang terhadap rangkaian sesuai komitmen reverse bias. Dioda varactor termasuk biasa disebt sebgai dioda variabel kapasitansi (variable capacitance diode) atau varicap diode. Dioda jenis ini biasa digunakan terhadap rangkaian elektronik layaknya terhadap ponsel, radio, dan televisi.


Bentuk simbol dioda varactor berwujud layaknya kombinasi antara simbol dioda dan kapasitor. Hal berikut sesuai bersama fungsi dioda varactor. Dalam memilih dioda varikap mesti diperhatikan beberapa spesifikasi yakni minimum voltage break down (V), power dissipation (mW), nilai kapasitansi dioda (pF), dan maximum peak current (A).

7. Dioda Tunnel

Dioda tunnel adalah jenis dioda semikonduktor bersama sambungan P-N yang diancang spesifik sehingga mempu membentuk tempat deplesi menjadi sangat sempit. Hal berikut dapat berlangsung karena dioda tunnel diberi pengotor berat 1000 kali lebih banyak dibandingkan dioda terhadap umumnya.



Sperti yang Anda menyaksikan terhadap gambar karaktristik jenis dioda di atas, bahwa disaat diberi tegangan bias maju bersama nilai yang kecil arusnya makin lama meningkat bersamaan bersama pertambahan nilai tegangan. Akan tetapi disaat konsisten meningkat hingga raih nilai Vp (tegangan puncak) arusnya dapat berubah menjadi mengalami penurunan hingga titik Iv (arus lembah). Jika tegangan konsisten dilengkapi kembali maka arus dioda dapat konsisten meningkat lagi. Dioda dapat digunakan sebagi saklar, bersama langkah menyesuaikan bentuk tegangan luar yang diberikan terhadap kedua terminal dioda. Seperti yang udah dijelaskan di atas, bahwa kala forward bias dioda dapat mengalirkan arus listrik dan kala reverse bias dioda dapat memutus aliran listrik. Dimana langkah kerja dioda ini sama bersama fungsi saklar pada  umumnya. 
Powered by Blogger.